Larangan Saat Umroh

3 Maret 2018 164x Panduan

Beranda » Panduan » Larangan Saat Umroh

Larangan-Larangan Saat Melaksanakan Umroh

Setelah mengetahui syarat umroh dan rukun umroh, ada baik juga perihal larangan-larangan umroh dan konsekuensi yang harus ditunaikan ketika kita melakukan pelanggaran terhadap larangan-larangan umroh tersebut. Sebab jika kita melanggar larangan tersebut, akan ada konsekuensi atau denda “dam” yang harus ditunaikan.

Meskipun biasanya dari Bhakti Tour Haji Umroh sudah menyediakan pemandu (muthowif) untuk membimbing para jamaah umroh dan mengingatkan tentang larangan umroh dan dam, tetap saja kita perlu membekalkan diri  tentang perkara yang tidak sedikit para jamaah umroh kerap melakukan pelanggaran tersebut.

Larangan umroh khusus untuk jamaah laki-laki :

  1. Menggunakan Pakaian Berjahit

Setiap jamaah pria diharuskan untuk menggunakan kain khusus berupa dua helai kain. Kain yang digunakan tidak

diperbolehkan menggunakan kain yang ada jahitannya. Tidak diperbolehkan menggunakan selain dua kain

ihram (termasuk pakaian dalam). Tidak juga diperbolehkan menggunakan ikat pinggang berjahit. Jika diperlukan

pengencang pinggang, Anda bisa menggunakan tali atau gesper khusus yang biasa dijual di toko perlengkapan

umroh. Kain ihram yang dipakai haruslah menutupi aurat, namun tidak boleh melampaui batas mata kaki.

  1. Menggunakan Alas Kaki yang Menutup Mata Kaki

Jamaah laki-laki juga tidak diperbolehkan menggunakan alas kaki yang menutup mata kaki dan jemari kaki. Gunakan sandal jepit sandal sepatu yang terbuka dibagian mata kaki dan pada bagian jemarinya.

  1. Menutupi Kepala

Tidak diperbolehkan menggunakan penutup kepala yang melekat langsung (semisal peci, topi, kain, handuk dsb).

Jika merasa kepanasan atau silau akibat terik sinar matahari, maka Anda diperbolehkan untuk menggunakan

payung. Karena payung menutupi kepala namun tidak melekat/menempel di kepala. Harap berhati-hati karena

tidak diperkenankan juga menutup kepala dengan menggunakan telapak tangan. Gunakan ujung jari jika kepala

merasa gatal.

Umroh

Jamaah Umroh setelah melaksanakan Rukun Umroh

 

Larangan Umroh Khusus Untuk Jamaah Perempuan

  1. Menutup Muka atau Wajah

Untuk para jamaah wanita, tidak diperbolehkan menggunakan penutup wajah baik sebagian maupun seluruh

bagian wajah (contoh penutup wajah : cadar (niqab), burka, masker atau kain sejenisnya). Bagi Anda yang

terbiasa menggunakan cadar atau burka, Anda bisa menggunakannya lagi setelah selesai rukun umroh

dijalankan, yaitu setelah tahapan tahallul.

  1. Menggunakan Sarung Tangan

Larangan berikutnya untuk wanita adalah tidak diperbolehkannya untuk menggunakan sarung tangan yang

menutup seluruh telapak tangan. Gunakanlah sarung tangan khusus umroh yang terbuka dibagian telapak

tangan yang bisa anda dapat beli di toko perlengkapan umroh dan haji.

Larangan Untuk Jamaah Umroh Laki-Laki dan Perempuan

  1. Memakai Wangi-wangian

Dilarang menggunakan wewangian atau parfum saat sudah niat ihrom. Baik itu wewangian yang melekat di

badan, ataupun wewangian yang melekat di pakaian. Ada beberapa pendapat para ulama yang menyatakan

parfum pencuci pakaian juga termasuk wewangian sehingga ini juga termasuk yang dilarang.

Hindari penggunaan minyak angin atau balsem saat sudah berihram. Karena biasanya keduanya mengandung

aromatherapy atau wangi-wangian tambahan seperti aroma mint atau eucalyptus (kayu putih). Tidak

diperbolehkan juga menggunakan minyak rambut, karena biasanya minyak ini mengandung parfum.

Bagi jamaah laki-laki yang ingin menggunakan parfum, anda bisa menggunakannya saat mandi Sunnah sebelum

niat umroh (parfum ini tidak mengandung alkohol dan dipakai di kulit).

  1. Menggunting Kuku

Larangan umroh selanjutnya adalah memotong atau menggunting kuku. Inilah mengapa kita dianjurkan untuk          mempelajari tata cara pelaksanaan umroh sehingga kita bisa melakukan antisipasi sebelumnya dan dapat                    merapikan kuku-kuku kita sebelum berihram.

Larangan saat umroh berikutnya
  1. Mencukur atau Mencabut Rambut di Badan

Tidak boleh mencukur atau mencabut rambut di badan, termasuk didalamnya rambut di kepala, wajah, kulit dan      kemaluan. Kita perlu berhati-hati terhadap larangan ini karena sering kali kita tidak sengaja mencabut rambut          akibat menggaruk, menguncir rambut, mengusap kepala dan hal-hal lainnya yang menyebabkan kita harus                membayar dam, sedekah atau fidyah.

  1. Memburu atau Membunuh Hewan

Sesuai dengan perintah Allah pada surat Al-Maidah ayat 95, tidak diperbolehkan para jamaah yang hendak                Berumroh untuk menangkap binatang buruan ketika sedang berihram. Mungkin saat ini budaya memburu                hewan tidak populer seperti pada jaman Rasulullah SAW. Dahulu, para sahabat yang hendak berumroh biasanya        melakukan perjalanan berhari-hari karena keterbatasan transportasi. Dan memburu hewan dilakukan biasanya        untuk persediaan bahan makanan.

  1. Merusak Tanaman

Merusak tanaman atau pohon adalah bagian dari larangan umroh yang harus kita patuhi. Termasuk juga                      memetik bunga atau dedaunan yang ada diperjalanan saat menuju baitullah.

  1. Bercumbu dan Berhubungan Suami Istri

Setelah berihram, pasangan suami istri diharuskan menjaga jarak dan menjaga ihramnya dengan tidak                        melakukan hubungan suami istri. Juga termasuk bercumbu dan hal-hal lain yang bersifat menimbulkan                      syahwat    diantara keduanya.

  1. Melamar, Menikah atau Menikahkan

Larangan ini mungkin terdengar ganjil bagi Anda saat sekarang. Namun seperti yang sudah disampaikan                      sebelumnya, pada zaman dahulu, perjalanan umroh dimana belum ada transportasi seperti sekarang membuat          para jamaah harus menghabiskan waktu yang tidak sebentar. Dimana ada saja kemungkinan untuk melakukan          khitbah, menikah atau menikahkan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai larangan-larangan untuk para jamaah laki-laki maupun jamaah                    perempuan saat sedang melakukan ibadah umroh (dimulai sejak menyatakan niat dan dalam keadaan ihram)

Baca Juga : Tata cara Umroh

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.