Beranda » Uncategorized » Apa Perbedaan Umroh Dengan Haji

Sekilas Umroh

Umroh adalah ibadah berupa kunjungan (ziarah) ke tanah suci di Mekah, yang di dalamnya terdapat tata cara yang harus dipatuhi dan dilaksanakan, agar ibadah yang dilakukan itu benar dan sah. Karena tata cara umroh mengikuti sebagian tata cara haji, maka umroh disebut juga dengan haji kecil.

Perbedaan umroh dan haji adalah waktu pelaksannanya haji hanya boleh dilakukan pada waktu musim haji sedangkan umroh boleh kapan saja sepanjang tahun, selain itu Wukuf di Padang Arafah dan melempar jumrah sebagai salah satu rukun haji (yang tidak dikerjakan saat umroh).

 

Tata Cara Umroh

Rukun Umrah mulai dilaksanakan di miqot yaitu tempat mulai niat umrah dan memakai pakaian ihram. Bila berangkat dari Madinah maka miqatnya di Bir Ali. Disarankan sejak dari Madinah telah memakai perlengkapan umrah yang diperlukan (seperti pakaian ihram), namun niat ihram dibaca di Bir Ali. Setelah berganti pakaian, jamaah melakukan shalat ihram 2 rakaat.
Setelah memakai pakaian ihram dan niat umrah, jamaah tidak boleh menggunakan wangi-wangian, mandi memakai sabun wangi, sikat gigi dengan odol, memakai peci atau pakaian yang lain selain pakaian ihram. Juga dilarang berhubungan suami istri sampai ibadah umrah berakhir yaitu hingga selesai tahallul (memotong rambut).
Membaca kalimat talbiyah sebanyak-banyaknya.
Setiba di Masjidil Haram, jamaah melakukan Thawaf mengelilingi Ka`bah sebanyak 7 kali.
Shalat 2 raka`at di maqam Nabi Ibrahim.
Dilanjutkan dengan melakukan Sa`i dari Shofa ke Marwah.
Melakukan Tahallul yaitu mencukur rambut baik seluruhnya maupun sebagian.

Lebih lengkap klik Tata Cara Umroh

Tata Cara Haji

  1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, semua  jamaah haji mulai untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjidil Haram (Makkah).
  2. jamaah haji memakai pakaian Ihram yaitu dua helai kain yang tidak dijahit sebagai pakaian haji sesuai miqatnya, kemudian jamaah haji berniat melakukan haji, dan membaca talbiyah. ini niatnya:
  3. pada Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua  jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk melakukan wukuf.  Kemudian semua jamaah haji melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib tiba.
  4. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, semua jamaah haji menuju ke Muzdalifah untuk mabit (bermalam di muzdalifah) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
  5. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam atau  setelah melakukan mabit, jamaah haji meneruskan perjalanannya ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh.
  6. Pada Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah haji melaksanakan ibadah melempar Jumroh yaitu sebanyak 7x  ke Jumrah Aqabah sebagai simbol untuk  mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
  7. Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanannya  ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji atau menyelesaikan Haji.
  8. Sedangkan jika mengambil nafar akhir, jamaah haji tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumrah sambungan, yaitu jumrah ‘Ula dan jumrah Wustha.
  9. pada Tanggal 11 Dzulhijjah, jamaah haji melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  10. pada Tanggal 12 Dzulhijjah, jamaah haji melempar jumrah sambungan (wusta) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  11. kemudian yang terakhir Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Tawaf Wada’ yaitu Tawaf perpisahan  sebelum pulang ke negara masing-masing.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.